Read more

Menyegarkan Semangat Kebangsaan

“Kini saatnya kembali membangun kepedulian kebangsaan, yang bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu” Tiap tanggal 20 Mei bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Hari bersejarah itu ditandai dengan kelahiran perkumpulan Boedi Oetomo, 106 tahun silam. Kembali melihat sejarah itu, akan menyadarkan kita betapa panjang dan berat perjuangan bangsa kita. Setelah lahir Boedi […]

Read more

Toleransi dari Kampung Pancasila

Kampung Pancasila? Tentu itu bukan nama yang sebenarnya. Julukan itu muncul seiring dengan suasana harmoni dan sikap toleransi beragama yang ditebarkan warga kampung itu, warga Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Harmoni kerukunan antarumat beragama di Desa Balun sudah ada sejak desa itu lahir dan terus terpelihara hingga saat ini. Kepala Desa Balun […]

Read more

[OPINI] Memahami Pancasila

Sebagai respon terhadap pasang surut penafsiran Pancasila dan berbagai akibat politik yang ditimbulkannya, serta adanya kebingungan pembangunan visi Indonesia ke depan selama reformasi, maka sejak pertengahan dekade 2000 muncul beberapa wacana tentang Pancasila. Pertama, Pancasila sebagai kontrak sosial. Dalam pandangan ini Pancasila adalah norma-norma yang disepakati bersama sebagai dasar kehidupan sosial dan dasar kenegaraan. Karena […]

Read more

Inspirasi Pancasila untuk Dunia Arab

[Karya Zuhairi Misrawi, Analis Pemikiran dan Politik Timur Tengah The Middle East Institute] Dalam dua dekade terakhir, Iran punya kepedulian sangat besar untuk membangun titik temu, kerja sama, dan harmoni di antara dunia Arab/Islam. Namun, pertanyaan yang muncul: mengapa dunia Islam justru dirundung konflik sektarian dan polarisasi politik yang semakin runyam? Dunia Islam, khususnya dunia […]

Read more

Urgensi Radikalisasi Pancasila

Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingatinya sebagai hari lahir Pancasila. Momentum ini diambil ketika Soekarno menyampaikan pokok-pokok pikiran mengenai dasarnegara pada sidang diBadan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) tanggal 1 Juni 1945. Saat itu Soekarno berpidato mengemukakan gagasan mengenai rumusan lima sila dasar negara yang dinamakan “Pancasila”: Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme dan Peri Kemanusiaan, Mufakat […]

Read more

Pancasila Sebagai Ideologi Perjuangan Bangsa Indonesia

Di dalam kurungan penjara Banceuy yang gelap dan pengap, pikiran Bung Karno melayang hingga ke masa depan. Ia berusaha memberi landasan filosofis terhadap Republik yang hendak dibangunnya. “Kami tidak akan mendirikan bangsa kami di atas Deklarasi Independen Amerika Serikat. Pun tidak dengan Manifesto Komunis. Kami tidak mungkin meminjam falsafah hidup orang lain,” kata Soekarno. Begitu […]

Read more

Bung Karno, Pancasila dan Zaman Kita

Tanggal 1 Juni pada masa kini dikenang sebagai hari ketika konsep tentang Pancasila lahir. Hal ini merujuk pada Pidato Bung Karno (BK) pada tanggal yang sama tahun 1945. Hal itu kemudian menjadi embrio Pancasila yang kita kenal dewasa ini. Dalam konteks inilah, Pancasila tidak dapat dilepaskan dari dinamika pemikiran politik BK. Pemikiran politik BK itu […]

Read more

Merawat Keberagaman, Masjid dan Gereja Berbagi Tembok Selama 50 Tahun

Memelihara keberagaman atas perbedaan keyakinan tidaklah sulit. Selama sekitar 50 tahun, dua rumah ibadah berbagi tembok di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pemandangan itu terlihat jelas di Masjid Dakwah Wanita dan Gereja Pantekosta, Bukit Zaitun di Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Dapu-Dapura, Kecamatan Kendari, Kota Kendari. Dua rumah ibadah yang letaknya hanya dipisahkan oleh sekat dinding […]

Read more

Soekarno dan Pendidikan Kebangsaan

Tanggal 6 Juni adalah Hari Lahir Soekarno, proklamator Kemerdekaan RI. Soekarno lahir dari keluarga bangsawan, tetapi justru sangat dekat dengan rakyat kecil. Ini tak lepas dari seorang perempuan bernama Sarinah, pengasuhnya saat kecil, yang setiap pagi memberikan sarapan ilmu tentang kehidupan orang kecil kepadanya. Sejak muda Soekarno memang sangat lantang dan membenci segala bentuk penjajahan […]

Read more

Menteri-Menteri Ini Hidup Dalam Kesederhanaan

Gaya hidup sederhana kelima menteri ini patut ditiru. Siapa saja, kelima menteri yang hidup dalam kesederhanaan? Kelima menteri yang hidup sangat sederhana adalah Siauw Giok Tjhan (Menteri Negara Urusan Minoritas era Presiden Soekarno), Djuanda Kartawidjaja (Perdana Menteri ke-10), dan Sutami (Menteri Pekerjaan Umum era Presiden Soekarno dan Soeharto) Selain itu, Ki Sarmidi Mangunsarkoro (Menteri Pendidikan, […]